SEJARAH

•March 11, 2008 • Leave a Comment

Sejarah Nusantara
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Langsung ke: navigasi, cari
Istilah Sejarah Nusantara dalam tulisan ini dimaknai sebagai catatan mengenai rangkaian peristiwa yang terjadi di Kepulauan Indonesia sebelum berdirinya Republik Indonesia.
Artikel ini bagian dari seri
Sejarah Indonesia

Sejarah Nusantara
Pra-Kolonial (sebelum 1602)

Pra-sejarah

Kerajaan Hindu-Buddha

Kerajaan Islam

Zaman kolonial (1602–1945)

Era Portugis

Era VOC

Era Belanda

Era Jepang (1942-1945)

Sejarah Republik Indonesia

Proklamasi (17 Agustus 1945)

Masa Transisi

Era Orde Lama

Demokrasi Terpimpin

Operasi Trikora (1960-1962)

Konfrontasi Indo-Malaya (1962–1965)

Gerakan 30 September 1965

Era Orde Baru

Gerakan Mahasiswa 1998

Era Reformasi

Tsunami di Aceh-Nias 2004

[Sunting]

Daftar isi
[sembunyikan]
1 Zaman pra-sejarah
2 Zaman pra-kolonial
2.1 Kerajaan Hindu/Buddha
2.2 Kerajaan Islam
3 Zaman kolonial
3.1 Zaman Portugis
3.2 Zaman VOC
3.3 Zaman Belanda
3.4 Zaman Jepang
4 Pranala luar
5 Lihat juga

[sunting] Zaman pra-sejarah
Migrasi manusia purba masuk ke wilayah Nusantara terjadi para rentang waktu antara 100.000 sampai 160.000 tahun yang lalu sebagai bagian dari migrasi manusia purba “out of Africa”. Selanjutnya kira-kira 2000 tahun sebelum Masehi, perpindahan besar-besaran masuk ke kepulauan Nusantara (imigrasi) dilakukan oleh ras Austronesia dari Yunan dan mereka menjadi nenek moyang suku-suku di wilayah Nusantara bagian barat. Mereka datang dalam 2 gelombang kedatangan yaitu sekitar tahun 2.500 SM dan 1.500 SM.
Bangsa nenek moyang ini telah memiliki peradaban yang cukup baik, mereka paham cara bertani yang lebih baik, ilmu pelayaran bahkan astronomi. Mereka juga sudah memiliki sistem tata pemerintahan sederhana serta memiliki pemimpin (raja kecil). Kedatangan imigran dari India pada abad-abad akhir Sebelum Masehi memperkenalkan kepada mereka sistem tata pemerintahan yang lebih maju (kerajaan). Tokoh Dewawarman adalah orang pertama yang memperkenalkan model tata pemerintahan yang lebih maju itu. Dewawarman melanjutkan dan memajukan wilayah kekuasaan tokoh Aki Tirem.
[sunting] Zaman pra-kolonial
[sunting] Kerajaan Hindu/Buddha
Kerajaan Salakanagara
Kerajaan Tarumanagara
Kerajaan Kutai
Kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh
Kerajaan Kalingga
Kerajaan Keritang
Kerajaan Mataram (Mataram Kuno)
Kerajaan Medang
Kerajaan Kahuripan
Kerajaan Kediri
Kerajaan Kanjuruhan
Kerajaan Janggala
Kerajaan Singasari
Kerajaan Majapahit
Kerajaan Dharmasraya
Kerajaan Pajajaran
Kerajaan Blambangan
Kerajaan Sailendra
Kerajaan Sanjaya
Kerajaan Isyana
Kerajaan Negara Daha
Kerajaan Negara Dipa
Kerajaan Tanjung Puri
Kerajaan Nan Sarunai
Kerajaan Kuripan
Kerajaan Tulang Bawang

[sunting] Kerajaan Islam
Kepaksian Sekala Brak
Kesultanan Aceh
Kesultanan Asahan
Kerajaan Kemuning
Kerajaan Batin Enam Suku
Kerajaan Indragiri
Kesultanan Banten
Kesultanan Bima
Kesultanan Bulungan
Kesultanan Buton
Kesultanan Cirebon
Kesultanan Lingga-Riau
Kesultanan Deli
Kesultanan Dompu
Kesultanan Demak
Kesultanan Gowa
Kesultanan Jambi
Kesultanan Kota Pinang
Kesultanan Kutai
Kesultanan Langkat
Kesultanan Pajang
Kesultanan Mataram
Kesultanan Kartasura
Kesultanan Pagaruyung
Kesultanan Palembang
Kesultanan Pontianak
Kesultanan Samawa
Kesultanan Sambas
Kesultanan Serdang
Kesultanan Siak Sri Inderapura
Kerajaan Tanjungpura
Kesultanan Ternate
Kesultanan Tidore
Kerajaan Sumedang Larang
Kasunanan Surakarta
Kasultanan Yogyakarta
Mangkunagaran
Kadipaten Paku Alaman
Kesultanan Malaka
Kerajaan Pasai
Kesultanan Banjarmasin
Kesultanan Perlak
Kesultanan Pasir
Kesultanan Kotawaringin
Kerajaan Pagatan
Kerajaan Tidung
Kerajaan Sambaliung
Kerajaan Gunung Tabur
Kesultanan Mempawah
Kesultanan Kubu

[sunting] Zaman kolonial
[sunting] Zaman Portugis
[sunting] Zaman VOC
[sunting] Zaman Belanda
[sunting] Zaman Jepang
[sunting] Pranala luar
Kronologi Online Sejarah Indonesia
[sunting] Lihat juga
Sejarah Sunda
Sejarah Jawa
( Sejarah Indonesia

Potensi Alam Di Kalimantan Selatan

•March 3, 2008 • Leave a Comment

Akankah Hutan Adat Loksado Menangis?

Oleh Rudy R Udur
Direktur Program YCHI – Banjarbaru

Dirampok di Tanah Sendiri

Kalimantan merupakan daerah dengan kekayaan hayati yang mengagumkan.  Sedikitnya ada 11.000 spesies bunga: 10 genre dan 270 Dipterocarpaceae, 221 spesies binatang buas, termasuk 92 jenis kelelawar, 15 spesies mamalia laut, 14 jenis primata, dan 549 spesies burung  (Muller, 1990:23; Cleary and Eaton, 1992: 18-192).  Namun, kekayaan hayati yang dimiliki ini belum dimanfaatkan secara optimal tetapi sudah ada yang mencuri.  Misalnya, Kosmetika Jepang dengan Merk Sheseido mematenkan 9 bahan obat-obatan dari Indonesia yang salah satunya digunakan untuk perawatan kulit.  Baru-baru ini, Yayasan Balikpapan Orang Utan Survival (BOS) memaparkan penemuannya berupa manggis hutan Barito yang dapat digunakan sebagai obat AIDS ditemukan oleh seorang mahasiswa Amerika, pada tahun 1992.  Namun, habitat manggis hutan itu sekarang ternyata telah dibabat oleh perusahaan HPH.

hut_kal_loksado_potensialam_2004_ekodj_150s.jpg

Dalam UUD 1945 pasal 33, seharusnya air, udara, dan tanah dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat, namun sampai saat ini perimbangan manfaat lebih banyak dinikmati oleh pengusaha atau pihak lain yang melakukan eksploitasi kekayaan sumberdaya alam. Masyarakat masih dibiarkan menjadi penonton.  Pengalaman perkebunan sawit di Kecamatan Manismata, Marau, dan Jalai Hulu ternyata mengakibatkan wabah belalang yang merusak ribuan hektar padi.  Penyebab wabah belalang ini adalah kehancuran habitat hutan tempat berkembang biak dan musnahnya musuh alami belalang tersebut mati karena hutan dibabat untuk kepentingan  perkebunan kelapa sawit. Banuak kasus HTI (Hutan Tanaman Industri)  dan HPH (Hak Pengusaha Hutan) telah merambah tanah tanah kawasan Adat, yang menurut pemerintah selama ini adalah hutan negara yang boleh diapakan saja oleh pemerintah tanpa  memandang: keberadaan tata guna lahan (land use) dan sistem penguasaan tanah (land tenure) yang telah dipakai masyarakat setempat secara turun temurun tanpa adanya konflik yang berarti (Tim Studi YCHI, Hegar Wahyu Hidayat – Damang Udas – Ayal Kosal: 2003).  Intimidasi dilakukan oleh pemerintah dengan aparat keamanan kepada rakyat yang tidak setuju dengan perkebunan skala besar HTI ataupun HPH terjadi di banyak wilayah Kalimantan. Continue reading ‘Potensi Alam Di Kalimantan Selatan’

•February 7, 2008 • Leave a Comment

070929ibrahimovich.jpg

ini dia biangnya sepakbola, semua pemain belakang takluk karena tekhniknya,sang kiperpun merengek-rengek karena kecerdikanya melesakan si kulit bundar,bravo internisti sejagad raya……………..

•February 5, 2008 • Leave a Comment

achyarc1-9-ab.jpg

Inter Milan is the best team

•February 1, 2008 • Leave a Comment

inter-milan_equipe.jpg

Hello world!

•January 22, 2008 • 1 Comment

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.